Rabu, 12 Mei 2010

berahati-hatilah jika meng-scanning dokumen yang terkena virus

Berhati-hatilah sebelum melakukan scanning dokumen yang terinfeksi virus tersebut. Ketika saya melakukan scanning dan AntiVirus berhasil mendeteksi, baik virus aslinya maupun dokumen yang terkena virus, saya tidak mengecek settingnya dan ternyata semuanya filenya langsung dihapus. Karena beberapa file masih penting akhirnya saya harus mengembalikan file yang terhapus dengan software khusus. Maka sebelum melakukan scanning dokumen, silahkan dicek settingnya. Akan lebih baik jika dilakukan restore semua file yang terinfeksi terlebih dahulu, baru dilakukan scanning dengan antivirus.

Saat ini tools Restore my files versi terbaru sudah direlease, hanya ada 1 perbaikan pada versi ini, yaitu kecepatan mendeteksi file yang terinfeksi. Dibandingkan dengan versi sebelumnya proses deteksi jauh lebih cepat. Saya sangat mengharapkan masukan dan saran untuk tools ini, sehingga bisa lebih baik.

berdasarkan sumber : http://ebsoft.web.id/

Tips Mencegah Virus Menyerang atau Masuk Komputer Kita

Sebaik apapun antivirus yang kita gunakan + Update terbaru pun tidak menjamin komputer bebas dari virus, karena virus selalu berkembang dan update anti virus [sebagian besar] hanya mengikuti perkembangan virus itu sendiri ( jadi ketika virus sudah menyebar, kemungkinan anti virus bisa mendeteksi baru beberapa hari kemudian ). Tetapi Komputer tanpa anti virus jauh lebih rentan untuk terkena virus.

Bagi sebagian besar pengguna, mungkin artikel ini sudah biasa dan bukan barang yang baru lagi, tetapi bagi pengguna biasa / awam mungkin dapat bermanfaat untuk mencegah virus masuk / menular ke PC kita. Mengingat perkembangan virus dalam negeri yang begitu pesat. Hal ini mungkin karena banyaknya [adanya] source code yang menjelaskan cara pembuatan virus yang dipublikasikan secara umum, yang mungkin maksudnya sekedar tukar informasi saja, tetapi diluar itu kemungkinan banyak yang mengembangkan sendiri untuk membuat virus dan memancing programmer untuk mencoba-coba.

Beberapa hal yang perlu di persiapkan untuk mencegah virus masuk/menular ke komputer kita adalah:

* Gunakan antivirus yang senantiasa di update, paling tidak seminggu sekali, jika online maka aktifkan auto update pada antivirus
* Non aktifkan fasilitas autorun pada komputer kita, sehingga CD-ROM maupun flashdisk yang kita masukkan ke komputer tidak langsung menjalankan file yang ada di dalamnya. Bagi yang belum tahu, bisa dilihat caranya disini
* Tampilkan semua ekstensi file windows, termasuk file system windows. Caranya : Di windows explorer buka menu Tools > Folder Options… kemudian pilih tab view Kemudian pilih (aktifkan) opsi “show hidden files and folder”, hilangkan check pada pilihan “Hide extensions for known file types” juga hilangkan tanda check pada “Hide protected operating system files (Recommended)”.
* Periksa setiap flashdisk yang dimasukkan apakah ada file autorun.inf, jika ada coba dilihat isinya, jika mengacu ke sebuah file .exe, .dll atau .scr yang aneh / hidden, segera hapus file-nya atau scan dengan antivirus
* Ini yang mungkin sangat penting : Jika komputer digunakan oleh banyak orang, minta agar pengguna berhati-hati sebelum menjalankan sebuah file, jangan hanya melihat icon-nya, tapi melihat ekstensinya. Misalnya file itu dengan icon ms word, excel, gambar, mp3 dsb tetapi kok berekstensi .exe, .scr, .vbs, .bat atau tidak sesuai dengan iconnya, harap diwaspadai
* Gunakan tools / program seperti autoruns untuk melihat file/program apa saja yang berjalan ketika windows diaktifkan. Jika ada program yang aneh segera tanyakan kepada orang yang lebih tahu. Semoga bermanfaat.

berdasrkan sumber : http://ebsoft.web.id/

Menjaga Flashdisk Agar Lebih Awet

Tidak dipungkiri bahwa flashdisk saat ini menjadi media yang paling sering digunakan menyimpan data yang mudah di bawa kemana-mana. Tetapi sedikit yang memperhatikan masalah pnggunaan flashdisk ini. Mungkin karena kapasitasnya bergiga-giga, maka semua data dimasukkan. Bahkan ada yang isinya tidak hanya ratusan data, tetapi ribuan data.

Sedikit orang yang tahu bahwa flashdisk mempunyai umur, ibarat lampu TL yang mempunyai umur (misalnya tahan sampai 5000 jam). Begitu pula Flashdisk. Tapi apa ukuran umur flashdisk? Bagaimana menggunakan flashdisk agar lebih awet / tahan lama? hal-hal penting apa yang perlu diketahui tentang flashdisk ?

Beberapa hal yang mungkin perlu diketahui tentang flashdisk (murni USB Flash disk, bukan MP3/MP4) :
* USB Flash Disk hanya bisa aktif jika ada arus listrik yang bisa diperoleh melalui port USB.
* Beberapa Flash Disk memerlukan arus atau daya listrik yang lebih besar dibanding lainnya, sehingga kadang harus ditancapkan langsung di port motherboard ( tanpa kabel sambungan dan bukan port di depan) agar bisa terdeteksi.
* Flash Disk tidak bisa terbaca jika kabel yang digunakan terlalu panjang, karena biasanya arusnya kurang kuat.
* Flash Disk memiliki umur/masa pakai, misalnya 100.000 baca/tulis atau ketahanan sampai 10 tahun.
* Kecepatan akses membaca lebih cepat daripada menulis di flashdisk. Misalnya membaca 16 MB/s sedangkan menulis 4 MB/s (satu dan lainnya berbeda-beda)
* File sistem yang biasa digunakan adalah FAT atau FAT32, karena bisa diakses hampir dimanapun yang mensupport USB port. Meski bisa diformat sesuai dengan tipe sistem operasi, seperti NTFS.
* Defragment file di flashdisk tidak diperlukan dan tidak berpengaruh ke kecepatan akses, karena flashdisk menggunakan Memory tipe Random Akses.

Bagaimana mengamankan data didalamnya ?
Satu-satunya jalan sepertinya dengan meng-enkripsi data yang ada di flash disk. Meskipun saat ini ketika membeli flash disk disertakan software yang bisa mengunci (lock), tetapi tetap bisa dibuka dikomputer yang tidak ada software tersebut. USB Flash disk kemungkinan tidak rusak meski terkena air atau bahkan terendam, asal sebelum dipakai dikeringkan terlebih dahulu.

Tips Menggunakan Flashdisk agar lebih awet
* Jangan menyimpan file-file yang sangat banyak kedalam flashdisk, jika memungkinkan lebih baik di zip. Karena semakin banyak menyimpan file maka proses menulis flashdisk juga akan lebih banyak, sehingga umurnya juga cepat berkurang.
* Jika tidak begitu penting, hindari mengedit langsung dari flashdisk. Alternatifnya copy data di komputer, kemudian di edit dan setelah selesai baru kembali di copy ke Flashdisk.
* Jika tidak dipakai/digunakan, lepas Flashdisk dari komputer.
* Usahakan selalu melepas Flashdisk dari komputer melalui “Safety Remove Hardware” dan hindari langsung melepas ketika sedah dalam proses membaca/menulis, karena bisa saja rusak akibat arus listrik.

Flashdisk satu dengan lainnya mempunyai umur dan kecepatan yang berbeda-beda. Satu lagi tips ketika membeli flashdisk, jangan hanya melihat harganya, tetapi juga garansinya, jika lebih mahal sedikit tetapi garansi lebih lama, maka pilih yang garansinya lebih lama.

berdasarkan sumber : http://ebsoft.web.id

menginstall 2 antivirus dalam 1 komputer

Sebagian kita mungkin menyimpulkan dengan hal itu komputer akan lebih aman dari virus, dan sebagian yang lain mungkin memberikan pendapat bahwa itu tidak perlu.
Bagaimana sebaiknya ? apakah kita perlu menggunakan 2 antivirus atau lebih dalam satu komputer ? Berikut sedikit ulasan mengenai hal tersebut.

Sebenarnya jika tidak begitu diperlukan, tidak disarankan menginstall 2 Antivirus atau lebih, kecuali mungkin dengan antivirus lokal yang sekedar untuk membersihkan virus saja (scan manual). Dari vendor antivirus sendiri biasanya juga menyarankan untuk menggunakan satu antivirus saja.

Hal-hal Yang Perlu Dipertimbangkan :
Jika memang ingin menginstall 2 antivirus atau lebih dalam satu komputer, mungkin harus dipertimbangkan beberapa hal seperti :
* Spesifikasi Komputer, pastikan CPU dan Memory (RAM) cukup. Bisa melihat kebutuhan minimal atau yang disarankan dari masing-masing antivirus.
* Pengguna bisa menangani jika dua-duanya mendeteksi virus.
* Kecocokan antara antivirus satu dan lainnya. Jika antivirus sudah memberikan peringatan tidak bisa atau tidak cocok dengan antivirus tertentu, maka jangan dipaksakan.
* Mana yang akan di berikan prioritas yang lebih tinggi.
* Dan mungkin juga perlu di baca informasi/penjelasan masing-masing antivirus.

Jika 2 Antivirus sama-sama mendeteksi virus
Ketika ada 2 antivirus atau lebih dan di install di komputer, hal ini bisa dan sangat mungkin terjadi. Dan kadang hal ini bisa menimbulkan masalah, karena jika virus terdeteksi biasanya antivirus akan mengunci virus (file) tersebut, sehingga tidak bisa diakses, di jalankan atau bahkan di hapus manual.
Mungkin terjadi ketika antivirus akan menghapus atau memasukkan ke karantina, tidak berhasil/gagal karena virus tersebut di lock (dikunci) aksesnya oleh antivirus lainnya. Jika ini terjadi, maka bisa salah satu antivirus di non aktifkan terlebih dahulu, baru yg lain menghapus atau memasukkan ke karantina. Meskipun bisa saja tidak berhasil dan antivirus masih tetap mengunci file tersebut.

Jika Masih Ingin tetap menginstall 2 Antivirus ?
Jika ingin tetap mempertahankan menginstall 2 antivirus atau lebih, tetapi khawatir akan crash, error, konflik, kerja komputer lambat dan sebagainya, bisa di siasati dengan hanya mengaktifkan satu antivirus saja. Maksudnya ?

Tiap antivirus biasanya mempunyai menu yang bekerja aktif memonitor komputer setiap saat, seperti : Active guard, Real time guard, Proactive defense, Resident shield, Resident Protection dan sebagainya. Untuk mencegah konflik dan mengurangi beban komputer maka bisa dilakukan dengan hanya mengaktifkan fitur tersebut untuk satu antivirus saja. Sedangkan antivirus lainnya dimatikan (tidak diaktifkan), jadi hanya dipakai untuk melakukan scan manual jika diperlukan saja.

Atau bisa juga dengan mematikan fitur autorun atau mencegah antivirus otomatis berjalan dengan windows, bisa di diatur melalui program seperti Autoruns. Disana akan terlihat antivirus apa yang berjalan ketika windows start (booting). Tetapi dengan autorun saja kadang tidak cukup, karena antivirus bisa mengaktifkan dirinya melalui service windows ( Bisa dicek di menu Control Panel > Administrative Tools > Services)


berdasarkan sumber : http://ebsoft.web.id/

Kamis, 06 Mei 2010

implementasi sistem informasi tugas 4

implementasi sistem informasi tugas 4

1. Fase Awal Pengembangan Sistem
Fase awal pengembangan sistem mengutamakan kemampuan pemakai dalam mengoperasikannya. Fase awal terdiri dari :
• Perencanaan sistem
• Analisis sistem
• Perancangan sistem secara umum/konseptual
• Evaluasi dan seleksi sistem

1.1 Fase Perencanaan Sistem

1.1.1 Latar Belakang Pengembangan Sistem
Di zaman yang sudah serba modern ini perlu dituntut adanya suatu system yang dapat memudahkan bagi para anggotanya dalam segala hal. Tak terkecuali di dalam layanan perpustakaan sekalipun. Tetapi, sayangnya masih banyak perpustakaan yang menggunakan system secara manual dalam menjalankan kegiatannya. Yang tentu saja banyak menimbulkan permasalahan, seperti prosesnya yang tidak sebentar dan tentunya memakan waktu.

Permasalahan yang biasanya terjadi yaitu lamanya proses dari saat pendaftaran untuk menjadi anggota perpustakaan. Karena si pendaftar harus datang langsung ke perpustakaan untuk mengisi semua formulir dan menunggu sampai proses selesai sampai mendapatkan kartu keanggotaan perpustakaan sampai ahirnya diperbolehkan untuk meminjam, dimana biasanya dalam proses pembuata kartu keanggotaan akan memakan waktu yang sangat lama. Berikutnya rumitnya cara mencari buku yang ingin kita pinjam. Seseorang tidak akan cepat bisa menemukan buku yang akan dipinjamnya, karena peminjam harus mencari judul buku melalui katalog konvensional, yang mana si peminjam harus membaca kartu katalog satu per satu. Itupun kalau si peminjam menemukan buku yang akan dipinjamnya, tapi jika tidak menemukan buku yang dicarinya itu akan hanya membuang-buang waktu saja. Selain rumitnya mencari buku, tidak terkoordinirya buku-buku yang stoknya masih ada atau yang sedang kosong karena sedang dipinjam pun menjadi masalah. Pada perpustakaan konvensional tidak ada pemeberitahuan bahwa buku-buku itu sedang dipinjam atau tidak. Hal ini tentu saja membuang waktu karena si peminjam sudah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mencari bukunya di katalog konvensional.

Karena banyak permasalahan yang timbul pada system konvensional tersebut, maka dibutuhkan sebuah system baru yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebuah sistem baru yang tentu saja tidak memerlukan waktu yang lama dan tentu saja lebih efektif dan efisien. Pada sistem baru ini dibutuhkan sebuah sistem otomatisasi perpustakaan untuk perpustakaan sebuah sekolah 123. Pada aplikasi tersebut tentu saja akan melayani pendaftaran secara komputerisasi, sehingga para calon anggota perpustakaan tidak perlu menunggu lama dalam pembuatan / pemrosesan keanggotaan baru, cukup mendaftarkan diri menjadi anggota secara real time pada komputer yang telah disediakan mengisi data data yang perlu dan akhirnya kartu keanggotaan akan langsung tercetak. Serta tersedianya katalog untuk mencari buku yang ingin dipinjamnya. Cukup dengan mengetik judul buku atau nama pengarang buku.

1.1.2 Tujuan Dari Pengembangan Sistem
Dengan dibuatnya system komputerisasi perpustakaan ini maka proses pendaftaran yang memakan waktu lama tidak akan terjadi lagi. Dan tentunya dapat menjadi lebih mudah dan efektif bagi si anggota perpustakaan.
Misalnya dalam masalah hilangnya data anggota perpustakaan, dengan menggunakan computer sebagai bagian dari penyimpanan data maka hilangnya data anggota perpustakaan dapat dicegah. Karena dengan computer data-data anggota dapat di back-up sesuai kebutuhan.
Memang walaupun computer, tidak mungkin tidak terjadi kesalahan, tapi paling tidak dapat meminimalisasi kesalahan-kesalahan yang terjadi akibat human error.
Terutama pada masalah rumit dan lamanya proses. Ini tentu saja akan terselesaikan oleh sistem komputerisasi perpustakaan ini. Karena untuk mendaftar misalnya, si pendaftar tidak perlu berlama lama di meja pendaftaran, cukup dengan mengisi data diri dan memenuhi persyaratan yang sudah tertulis pada komputer pendaftaran. Dan dalam hal mencari buku, si peminjam cukup mencari melalui komputer catalog yang tersedia, sehingga tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk mencari sebuah buku serta mengetahui status ketersediaan buku yang akan dipinjam apakah tersedia atau sedang dipinjam oleh anggota lain.
Dan dengan adanya system komputerisasi perpustakaan ini akan dimungkinkan meningkatkan minat baca para siswa sekolah dikarenakan proses yang dipermudah dan dibuat lebih nyaman tentunya.

1.1.3 Batasan Masalah
Proses yang terjadi pada system yang baru ini dipakai untuk mendaftar sebagai anggota perpustakaan. Dimana calon anggota yang ingin mandaftar cukup datang ke computer registrasi, kemudian mengisi data data yang di Tanya serta memberikan foto. Anggota yang ingin mendaftar haruslah murid, alumni, atau pengajar dari sekolah tersebut. Nomor pendaftaran diisi dengan memasukan Nis , Nip, atau nomor identitas bahwa ia anggota sekolah trsebut. Nomor pendaftaran tersebut dicek di database untuk mengecek apakah ia benar anggota sekolah tersebut.
Dan apabila ia ingin mencari buku, ia dapat mencari di computer catalog dengan mengetik berdasarkan kategori judul buku, nama pengarang buku, nama penerbit yang ingin dicarinya. Dan disitu pun akan muncul judul-judul buku yang dicarinya dengan status dan jumlah buku yang bebas ( dalam arti tidak dipinjam). Jika ingin meminjam, maka ia dapat mengisi data-data peminjam buku dan kemudian penjaga perpustakaan akan mengambilkan buku yang dicari oleh si peminjam
Di dalam peminjaman buku pun dilakukan penarikan dana pinjaman sebesar Rp 3000 per minggu. Dan apabila buku tersebut hilang atau rusak, maka si peminjam harus mengganti buku tersebut atau terkena denda sesuai harga buku tersebut.

1.1.4 Studi Faktor Kelayakan
• Kelayakan Teknis
Perancangan Sistem penggajian ini membutuhkan spesifikasi berstandar seperti.
OS Windows XP
128MB RAM
500MB HDD
Video card standar

• Kelayakan Ekonomis
Sistem ini mempunyai nilai yang ekonomis yang tinggi, karena dapat mengurangi jumlah karyawan yang dipekerjakan pada perpustakaan sehingga akan mengurangi jumlah cost yang harus dikeluarkan setiap bulan nya.
• Kelayakan Legal
Pada sistem penggajian ini perlu dipertimbangkan dengan hubungan antara perpustakaan dengan sekolah yang menjadi tempat perpustakaan berdiri. Apakah izin mendirikan sistem baru sudah ada.
• Kelayakan Operasional
Pada sistem ini, mungkin masih diperlukan training training kepada para pegawai yang akan mengoperasikan sistem ini. sehingga kemungkinan terjadinya error dapat diperkecil.
• Kelayakan Rencana
Pada sistem ini hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk membuat sepenuhnya sistem ini dapat dioperasikan. Dan waktu satu minggu untuk melakukan testing terbuka kepada seluruh anggota dan apabila terdapat kesalahan maka perpustakaan akan kembali ditutup untuk memperbaiki sistem, kemudian ujicoba satu minggu dilakukan kembali.

1.1.5 Studi Faktor Strategis
Produktifitas Tentusaja setelah diberlakukan nya sistem baru ini akan menungkatkan produktifitas karyawan, karena berkurangnya beban pekerjaan yang harus di emban oleh karyawan .


Difirensiasi Dengan adanya sistem ini perpustakaan yang bersifat komputerisasi, tentu saja proses yang diberikan akan lebih cepat dan lebih mudah dilakukan, mulai dari proses pendaftaran, proses pencarian, proses pinjam, sampai dengan proses pengembalian buku. Menjadi jauh lebih mudah dan terkontrol

Manajemen Pada perancangan ini dapat menyediakan informasi yang berguna bagi para karyawan (penjaga perpustakaan) dan bagian top management dalam hal ini pimpinan perpustakaan dan kepala sekolah. karena kelebihan nya dalam fasilitas data store serta alur data yang menjadi lebih mudah

implementasi sitem informasi tugas 3

Tugas 3 implementasi sistem informasi..

Sistem pada otomatisasi perpustakaan yang sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya dan pada artikel ini saya akan mencoba menjelaskan keterkaitan sistem pada otomatisasi perpustakaan dengan implementasi sistem informasi, langsung saja. Sistem pada otomatisasi perpustakaan ini akan menggunakan komputer secara maksimal, sehingga tidak diperlukan tenaga manusia untuk melakukan pendataan, rekapitulasi buku yang sedang dipinjam ataupun sekedar melakukan proses pendaftaran. Sehingga kita jelaskan implementasi sistem yang merupakan tahap akhir dalam siklus hidup pengembangan sistem (SDLC). Hal-hal pokok yang harus disediakan sebelum implementasi adalah:

1. Perencanaan jaringan Setiap komputer yang digunakan harus terhubung dalam jaringan dan hal ini perlu dirancang sehingga pada saat implementasi tidak terjadi kekcauan namun kabel kabel yang disusun menjadi rapi dan terkoordinir dengan baik

2. Sosialisasi Sosialisasi stiap anggota perpustakaan agar tidak terjadi kebingungan pada saat sistem yang baru berjalan

3. Pelatihan kepada pegawai perpustakaan Pelatihan juga diperlukan agar pegawai perpustakaan dapat mengoperasikan sistem dengan maksimal dan mengurangi resiko kesalahan sistem yang terjadi

implementasi sistem informasi tugas 2

Di zaman yang sudah serba modern ini perlu dituntut adanya suatu system yang dapat memudahkan bagi para anggotanya dalam segala hal. Tak terkecuali di dalam layanan perpustakaan sekalipun. Tetapi, sayangnya masih banyak perpustakaan yang menggunakan system secara manual dalam menjalankan kegiatannya. Yang tentu saja banyak menimbulkan permasalahan, seperti prosesnya yang tidak sebentar dan tentunya memakan waktu.

Permasalahan yang biasanya terjadi yaitu lamanya proses dari saat pendaftaran untuk menjadi anggota perpustakaan. Karena si pendaftar harus datang langsung ke perpustakaan untuk mengisi semua formulir dan menunggu sampai proses selesai sampai mendapatkan kartu keanggotaan perpustakaan sampai ahirnya diperbolehkan untuk meminjam, dimana biasanya dalam proses pembuata kartu keanggotaan akan memakan waktu yang sangat lama. Berikutnya rumitnya cara mencari buku yang ingin kita pinjam. Seseorang tidak akan cepat bisa menemukan buku yang akan dipinjamnya, karena peminjam harus mencari judul buku melalui katalog konvensional, yang mana si peminjam harus membaca kartu katalog satu per satu. Itupun kalau si peminjam menemukan buku yang akan dipinjamnya, tapi jika tidak menemukan buku yang dicarinya itu akan hanya membuang-buang waktu saja. Selain rumitnya mencari buku, tidak terkoordinirya buku-buku yang stoknya masih ada atau yang sedang kosong karena sedang dipinjam pun menjadi masalah. Pada perpustakaan konvensional tidak ada pemeberitahuan bahwa buku-buku itu sedang dipinjam atau tidak. Hal ini tentu saja membuang waktu karena si peminjam sudah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mencari bukunya di katalog konvensional.

Karena banyak permasalahan yang timbul pada system konvensional tersebut, maka dibutuhkan sebuah system baru yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebuah sistem baru yang tentu saja tidak memerlukan waktu yang lama dan tentu saja lebih efektif dan efisien. Pada sistem baru ini dibutuhkan sebuah sistem otomatisasi perpustakaan untuk perpustakaan sebuah sekolah 123. Pada aplikasi tersebut tentu saja akan melayani pendaftaran secara komputerisasi, sehingga para calon anggota perpustakaan tidak perlu menunggu lama dalam pembuatan / pemrosesan keanggotaan baru, cukup mendaftarkan diri menjadi anggota secara real time pada komputer yang telah disediakan mengisi data data yang perlu dan akhirnya kartu keanggotaan akan langsung tercetak. Serta tersedianya katalog untuk mencari buku yang ingin dipinjamnya. Cukup dengan mengetik judul buku atau nama pengarang buku.
Manfaat sistem otomatisasi perpustakaan

1. Tidak diperlukan lagi pendaftaran secara manual yang tentunya banyak menimbulkan permasalahan mulai dari kerangkapan data hingga hilangnya data
2. Memudahkan proses pencarian buku karena sudah terdapat katalog buku
3. Mempersingkat pembuatan kartu anggota yang langsung dicetak ditempat

Fungsi sistem otomatisasi perpustakaan
1. Pendataan judul buku yang terdapat di perpustakaan
2. Pendataan anggota aktif dan tidak aktif perpustakaan tersebut
3. Menyediakan form pendaftaran beserta alat scan data diri yang langsung terhubung dengan database pusat.
4. Menyediakan form input pencarian buku
5. Melakukan pendataan buku buku yang sedang dipinjam oleh orang lain, beserta nomor id card peminjam