Kamis, 24 Februari 2011

Indahnya Perbedaan (Manusia dan Keindahan)

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Karena diberi akal, pikiran, perasa dan lainnya yang tidak dimiliki makhluk lain. Manusia adalah makhluk individu, karena mempunyai unsure seperti jasmani, rohani, psikis, fisik, jiwa dan raga yang menyatu dalam dirinya.
Setiap manusia pasti mempunyai keunikan dan cirri khas tersendiri. Baik dalam fisik maupun nonfisik. Sekalipun itu adalah kembar identik. Perbedaan itu dikarenakan factor fenotip, yaitu factor lingkungan dan factor genotip, yaitu factor yang dibawa sejak lahir.
Karena perbedaan itulah, secara kodrat manusia juga disebut sebagai makhluk sosial. Manusia sebagai individu membutuhkan komunikasi dan saling berhubungan dengan manusia lainnya. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dengan adanya perbedaan sesama manusia itulah, maka muncul keindahan di antara pebedaan. Dimana setiap manusia yang satu akan saling tolong menolong kepada manusia yang lain untuk bekerja sama, dan bermasyarakat. Sikap bergotong royong, bertoleransi dan sebagainya.

Eka Rachmadini
17110254
4 ka 18

Rabu, 23 Februari 2011

Pengaruh Perkembangan IT Terhadap Ilmu Budaya Dasar

Berkembangnya dunia Teknologi Informasi, terutama komunikasi tentunya sangat membantu banyak orang di dunia dapat bekomunikasi dengan lebih mudah, tanpa harus dibatasi tempat yang sangat jauh ataupun biaya yang mahal. Cukup dengan mengakses internet, kita bisa berkomunikasi dengan orang yang berbeda Negara sekalipun, yang tentunya juga dengan kualitas yang terus meningkat. Banyak pula situs-situs jejaring social yang dapat menghubungkan kita dengan orang-orang dari berbagai Negara, saling berkomunikasi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu.

Tetapi, selain manfaat di atas, perkembangan IT juga dapat membawa dampak buruk, karena orang justru cenderung “sibuk” dengan akun jejaring social yang mereka punya. Mereka justru terlalu sibuk mengurusi akun yang mereka punya, sehingga mereka sering kali tidak peduli dengan lingkungan sekitar yang nyata ada di sekitar mereka. Perkembangan IT terkadang membuat kita lupa untuk benar-benar bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Misalnya, dahulu orang labih sering mengunjungi kerabat pada hari raya untuk saling bersilaturahmi, tapi sekarang mereka hanya justru memberi salam lewat sms, telepon, atau bahkan lewat jejaring social saja. Itu tandanya perkembangan IT tanpa kita sadari sudah merubah cara kita bersosialisasi terhadap masyarakat sekitar.

Eka Rachmadini
17110254
4 ka 18

Sabtu, 19 Februari 2011

Cinta Kasih Terhadap Keluarga (Manusia dan Cinta Kasih)



Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Cinta bisa dialami oleh semua makhlik.

Ungkapan cinta kasih dapat dikatakan untuk meluapkan perasaan kepada keluarga, teman, kekasih, Negara, konsep tertentu. Yang jelas arti Cinta Kasih yang dibahas disini bukan sekedar perasaan cinta kasih antara seorang laki-laki dan perempuan saja. Namun bersifat universal. Rasa cinta kasih adalah perasaan yang tulus dilakukan, untuk membahagiakan orang yang dikasihi, dengan ikhlas tanpa mengharapkan pamrih.

Cinta kasih yang kita temui dan rasakan pertama kali adalah rasa cinta kasih terhadap keluarga. Dalam hal perkembangan seorang anak dalam bertumbuh menjadi dewasa peran orang tua sangat berpengaruh besar dalam proses tumbuh-kembang seorang anak dan membentuk mentalitas serta pola pikir anak tersebut di masa depan.

Dalam hal ini cinta kasih sangat dibutuhkan sehingga orang tua harus mampu menunjukkan sifat kasih sayang kepada anak guna membentuk kepribadian anak tersebut menjadi pribadi yang baik yang mampu berbaur dalam sistem masyarakat.

Tapi, selayaknya cinta kasih harus dimiliki dan diberikan oleh dan kepada semua orang. Agar hidup ini bisa terjalin dengan damai dan tentram.

Eka Rachmadini
17110254
4 ka 18

Minggu, 09 Januari 2011

Uraikan secara singkat apa bidang ilmu yang mendasari dari ilmu sosial dasar, ilmu budaya dasar, dan ilmu alamiah dasar !

Tugas Softskill ke-3
Eka Rachmadini - 17110254 - 4KA18

Pada dasarnya ilmu pengetahuan dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu :
1. Ilmu Sosial Dasar
2. Ilmu Budaya Dasar
3. Ilmu Alamiah Dasar


Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat hubungan antara manusia. Untk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai bagian dari ilmu-ilmu ilmiah.
Berikut ini ilmu-ilmu yang mendasari ilmu sosial dasar:
1. Ilmu Sosiologi
2. Ilmu Politik
3. Ilmu Ekonomi
3. Ilmu Psikologi
4. Ilmu Sejarah
5. Ilmu Antropologi
6. Ilmu Kriminologi
7. Ilmu Geografi


Ilmu budaya dasar adalah bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Berikut ini ilmu-ilmu yang mendasari ilmu budaya dasar :
1. Ilmu Agama
2. Ilmu Kesussastraan
3. Ilmu Agama
4. Ilmu Kesenian


Ilmu alamiah dasar adalah ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat.
Berikut ini ilmu-ilmu yang mendasari Ilmu Alamiah Dasar :
1. Ilmu Fisika
2. Ilmu Kimia
3. Ilmu Astronomi
4. Ilmu Biologi
5. Ilmu Geologi

Sabtu, 08 Januari 2011

Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan Pada Sistem

Tugas Analisis Kinerja Sistem
Eka Rachmadini - 17110254 - 4KA18

Keamanan Sistem
Keamanan Sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumber daya informasi perusahaan dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

Tujuan-tujuan Keamanan dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :

1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.

2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.

3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.

Ancaman Keamanan
1. Pengungkapan tidak sah dan pencurian
Jika database dan software tersedia bagi orangorang yang tidak berwenang untuk
mendapatkan aksesnya, hasilnya dapat berupa kehilangan informasi
2. Penggunaan tidak sah
Orang-orang yang biasanya tidak berhak menggunakan sumber daya perusahaan
3. Penghancuran tidak sah dan penolakan jasa Orang dapat merusak / menghancurkan
hardware dan software menyebabkan terhentinya operasi komputer perusahaan
4. Modifikasi tidak sah
5. Jenis modifikasi yang sangat mencemaskan disebabkan oleh sotware yang merusak
yang terdiri dari program lengkap/segmen kode yg melaksanakan fungsi yang tidak
dikehendaki pemilik system

Dasar untuk keamanan terhadap ancaman oleh orang-orang yang tidak berwenang adalah
pengendalian akses karena jika orang tidak berwenang ditolak aksesnya ke sumber daya
informasi, perusakan tidak dapat dilakukan.

Pentingnya Kontrol

1. untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.
2. untuk memberi dukungan kepada manajer dalam mengontrol area operasinya.
3. untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.

WBS dalam PI "Aplikasi Permainan Edukatif Menggunakan Macromedia Flash 8"

Tugas Analisis Kinerja Sistem
Eka Rachmadini - 17110254 - 4KA18

WBS (Work Breakdown Strructure) adalah mtode yang digunakan dalam pengorganisasian sebuah proyek, yang berguna untuk manajemen proyek dan rekayasa sistem, atau dengan kata lain adalah alat yang digunakan untuk mendefinisikan dan kelompok sebuah proyek yang diskrit elemen kerja dengan cara yang membantu mengatur dan menentukan ruang lingkup kerja total proyek. Pada dasarnya WBS merupakan suatu daftar yang bersifat top down dan secara hirarkis menerangkan komponen-komponen yang harus dibangun dan pekerjaan yang berkaitan dengannya.

Struktur dalam WBS mendefinisikan tugas-tugas yang dapat diselesaikan secara terpisah dari tugas-tugas lain, memudahkan alokasi sumber daya, penyerahan tanggung jawab, pengukuran dan pengendalian proyek. Pembagian tugas menjadi sub tugas yang lebih kecil tersebut dengan harapan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan dan diestimasi lama waktunya.

Cara membuat WBS dengan contoh sesuai dengan PI Aplikasi Permainan Edukarif Menggunakan Macromedia Flash 8
Hal yang dilakukan dalam Penulisan Ilmiah ini adalah pertama yang dilakukan dalam membuat aplikasi ini dalam penulisan ilmiah ini adalah observasi. Observasi yang dilakukan dalam hal ini adalah dengan melihat contoh-contoh permainan edukatif untuk anak-anak umur 5-6 tahun yang tersedia di toko-toko buku ataupun secara online.
Kemudian contoh-contoh tersebut dilihat dan diteliti sejauh mana batasan permainan yang digunakan untuk anak-anak usia 5-6 tahun.
Setelah itu melakukan rancangan, dengan mendisain gambar dan permainan yang akan dibuat. Lalu contoh-contoh tersebut diterapkan ke dalam komputer untuk dibuat permainan edukatif yang lebih populer dengan sebutan education game yang berbasis komputer.
Pembuatan aplikasi ini menggunakan perangkat utama Adobe Phtoshop dan Macromedia Flash 8.

Selasa, 09 November 2010

Konsep Masyarakat & Kebudayaan yang Hubungannya Antar Individu, Keluarga & Masyarakat

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar
Eka Rachmadini - 17110254 - 4KA18

1. Konsep Kependudukan Menurut Generasi & Pembangun Keterlanjutan

Pengertian dan Kajian Kependudukan

Ilmu yang mempelajari masalah kependudukan adalah demografi. Jumlah penduduk dapat meningkat, stabil atau menurun. Indikator dari perubahan penduduk ini adalah tingkat kelahiran, kematian dan migrasi.
Komposisi penduduk merupakan suatu konsep yang mengacu pada susunan penduduk menurut kriteria tertentu, seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, dan pendidikan. Data mengenai struktur penduduk yang disajikan secara grafis disebut piramida penduduk (population pyramid). Kebijaksanaan kependudukan berhubungan dengan keputusan pemerintah.
Dengan mempengaruhi kelahiran, kematian, dan persebaran penduduk, pemerintah memiliki strategi yang dianggap baik untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Di luar kebijaksanaan persebaran penduduk atau migrasi, secara garis besar, kebijaksanaan kependudukan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kebijaksanaan pronatal dan kebijaksanaan antinatal.
Karakteristik angkatan kerja tidak terlepas dari pengaruh ketiga variabel utama kependudukan (kelahiran, kematian, dan migrasi). Kehidupan sosial suatu negara dapat digambarkan jika kita mengetahui komposisi lapangan pekerjaan dari angkatan kerjanya.
Antara kekuatan-kekuatan ekonomi dan kekuatan-kekuatan demografi ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi.
Generasi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu masa di mana kelompok manusia pada masa tersebut mempunyai keunikan yang dapat memberi ciri pada dirinya dan pada perubahan sejarah atau zaman.
Menurut Notosusanto, pengertian generasi itu sendiri sebenarnya lebih berlaku untuk kelompok inti yang menjadi panutan masyarakat zamannya, yang dalam suatu situasi sosial dianggap sebagai pimpinan atau paling tidak penggaris pola zamannya (pattern setter).


Generasi dan Pembangun Berkelanjutan
Di Indonesia, dianggap telah ada empat generasi, yaitu generasi ‘20-an, generasi ’45, generasi ’66, dan generasi reformasi (’98).
Suatu generasi harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pada zamannya, melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang ada dan akan ada, serta menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dari pembangunan dan sumber daya-sumber daya tersebut.
Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem dan mekanisme pembangunan dalam keseluruhan yang melibatkan semua pihak, baik aparatur, peraturan, pengawas, maupun rakyatnya (grass-root).
Selain itu, diperlukan juga kajian-kajian sosial seperti ekonomi, kependudukan (demografi) dan ekologi untuk pendukungnya. Cara pandang kita terhadap pengertian generasi, baik dari sisi terminologi maupun fakta dan persepsinya tidak dapat dilakukan dengan terlalu sederhana.
Dari generasi ke generasi selalu memunculkan permasalahan yang khusus dan pola penyelesaiannya akan khas pula tergantung faktor manusia dan kondisi yang ada pada zamannya. Masing-masing generasi mencoba menjawab tantangan yang khas pada masanya dan seharusnyalah dipandang secara holistik (menyeluruh) untuk mempelajari dan mengkajinya. Pemahaman tentang sejarah dan wawasan yang luas sangat mempengaruhi tantang penilaian dan persepsi terhadap keberadaan suatu generasi dan masyarakat secara keseluruhan.
Bila kita kaitkan antara generasi dengan pembangunan, maka keberadaan generasi tidak akan terlepas dari karakter dan ciri-ciri penduduk suatu bangsa beserta kondisinya.
Masalah penduduk yang meliputi jumlah, komposisi, persebaran, perubahan, pertumbuhan dan ciri-ciri penduduk berkaitan langsung dengan perhitungan-perhitungan pembangunan, baik konsep, tujuan maupun strategi pembangunan suatu bangsa. Penduduk suatu bangsa dapat merupakan modal yang sangat penting bagi pembangunan (sumber daya), tetapi jika tidak dipelajari dan disesuaikan akan dapat menjadi faktor penghambat yang cukup penting pula.
Masing-masing negara mempunyai kebijakan regenerasi yang berbeda dalam menangani masalah penduduk dan dalam melakukan kaderisasi. Pembangunan yang ideal ialah pembangunan yang harus disikapi dengan arif, cermat dan dengan konsep yang berkelanjutan (sustainable development), disesuaikan dengan kondisi dan karakter bangsa itu sendiri.


2. Konsep Masyarakat & Kebudayaan yang Hubungannya Antar Individu,Keluarga & Masyarakat

Konsep Individu dan Konsep keluarga
Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.
Konsep Masyarakat dan Konsep Kebudayaan
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.
Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.

Hubungan Antara Individu, Keluarga, Masyarakat, dan Kebudayaan
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

Sumber :
Buku Ilmu Sosial Dasar Karya Effendi Wahyono dkk
http://massofa.wordpress.com/2008/01/22/ilmu-sosial-dasar-bag-1/